Sabtu, 09 Februari 2013

SINKRONISASI ESTRUS


Conception Rate merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam usaha pembibitan dan melakukan suatu penyeragaman kelahiran pada ternak sapi. Sinkronisasi ini adalah satu upaya untuk menyeragamkan terjadinya estrus pada ternak sapi sehingga dalam satu kelompok induk, proses bersalinnya dapat diatur pada rentang waktu tertentu.
Sinkronisasi estrus dilakukan untuk menghemat waktu dan mempermudah pelaksanaan deteksi berahi, penggunaan hormon reproduksi merupakan kunci pelaksanaan sinkronisasi berahi.

Hormon
Progesteron, Prostaglandin (PGF2α), Gonadotropin releasing hormone (GnRH), follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) merupakan beberapa hormone yang berpengaruh terhadap proses berahi. Hormone-hormon ini digunakan secara terpisah atau bersama-sama

Progesteron adalah hormon yang digunakan untuk mempertahankan kehamilan. Progesteron secara alami berada dalam bentuk (progesteron) atau sintetik (progestin). Saat terjadi pelepasan sel telur (ovulasi) akan terbentuk corpus hemorrhagicum, yang dengan cepat (dalam waktu 4 sampai 7 hari) berkembang menjadi korpus luteum (CL). CL akan menghasilkan progesteron di dalam aliran darah dan setelah CL matang, konsentrasi progesteron meningkat. Konsentrasi progesteron tetap meningkat selama kehamilan dan akan menentukan kehamilan. Jika dia tidak bunting, maka dalam waktu 15 sampai 18 hari dari siklus estrus normal, prostaglandin disintesis dan dilepaskan untuk regresi korpus luteum.
Prostaglandin (PGF2α), disekresi dari rahim betina saat tidak terjadi kebuntingan. Prostaglandin menyebabkan CL luruh dan akan menyebabkan konsentrasi progesteron menurun dengan cepat.

Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) dikeluarkan dari hipotalamus dan mempengaruhi hipofisis anterior. Saat konsentrasi progesteron meningkat, konsentrasi GnRH menurun. Jika CL meluruh, konsentrasi progesteron akan berkurang dalam aliran darah dan akan menyebabkan peningkatan konsentrasi GnRH. Kenaikan ini akan memungkinkan terjadinya peningkatan sekresi folikel stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH).

Follicle Stimulating Hormone (FSH) yang ada pada ovarium (indung telur) akan meningkatkan jumlah telur. Biasa digunakan dalam transfer embrio untuk terjadinya superovulasi

Luteinizing Hormone (LH) diinjeksikan untuk meningkatkan jumlah folikel yang dihasilkan.

Keuntungan Sinkronisasi estrus ;
1. masa perkawinan dapat dipersingkat antara 60-45 hari
2. pengembangan pembibitan lebih mudah
3. menghasilkan persalinan yang seragam dan mempermudah penyapihan ternak
4. dapat meningkatkan mutu genetik melalui inseminasi buatan atau kawin alam
5. mengurangi waktu dan tenaga untuk pengamatan berahi

Persyaratan untuk Sukses :
1. perencanaan program yang baik
2. induk yang memiliki catatan reproduksi yang baik dan memiliki catatan pemberian nutrisi yang prima
3. semen untuk inseminasi yang baik dan ditunjang oleh inseminator yang handal
4. bila menggunakan pejantan, diperlukan pejantang yang sehat, agresif dan subur
5. diperlukan situasi lingkungan yang terkontrol
6. tingkat kebuntingan selanjutnya dapat lebih rendah bila kondisi ternak dan atau lingkungannya menjadi tidak terkontrol/tidak sesuai

Produk untuk sikronisasi

PROSTAGLANDIN
Lutalyse 5 ml, intra muskular
Estrumate 2 ml, intra muskular
IN-SYNC 5 ml, intra muskular

PROGESTIN
CIDR Intra vagina
MGA 0,6 mg/ekor/hari, per oral

GnRH
Cytrolrein 2 ml intra muscular atau intra vena
Factrel 2 ml intra muscular
Fertagyl 2 ml intra muscular atau intra vena

Di Balai Embrio Transfer, prosedur yang digunakan adalah :
1. Ternak yang diketahui mempunyai corpus luteum (CL), dilakukan penyuntikan PGF2a satu kali. Berahi biasanya timbul 48 sampai 96 jam setelah penyuntikan.
2. Apabila tanpa memperhatikan ada tidaknya CL, penyuntikan PGF2a dilakukan dua kali selang waktu 11-12 hari.

Sumber Pustaka

Rabu, 14 November 2012

Cara Membuat Pupuk Organik Cair (POC)


 Pupuk Organik Cair 

Mempunyai jumlah kandungan nitrogen, fosfor, kalium dan air lebih banyak jika dibandingkan dengan kotoran sapi padat .Mengandung zat perangsang tumbuh yang dapat digunakan sebagai pengatur tumbuh .Mempunyai bau yang khas urine ternak yang dapat mencegah datangnya berbagai hama tanaman.

Tabel 1. Jenis dan Kandungan Zat Hara pada beberapa Kotoran Ternak Padat dan Cair (sumber Lingga 1991).Nama Ternak & bentuk kotorannya

Nama Ternak & bentuk kotorannya              N (%)               F (%)                K (%)                 Air (%)
Kuda - padat                                                0.55                 0.30                  0.40                     75
Kuda - cair                                                   1.40                 0.02                  1.60                     90
Kerbau - Padat                                             0.60                 0.30                  0.34                     85
Kerbau - Cair                                               1.00                 0.15                  1.50                     92
Sapi -padat                                                   0.40                 0.20                  0.10                     85
Sapi - cair                                                     1.00                 0.50                  1.50                     92
Kambing - padat                                           0.60                 0.30                  0.17                     60
Kambing - cair                                              1.50                 0.13                  1.80                     85

Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Urine Sapi

cara yg pertama

Bahan dan alat 1:
1 bak penampungan uk. 1 m3
1 pompa air
1 talang air panjang 4 m
Sambungan talang air
1,4 liter Bakteri Rumio Bacillus
1,4 liter Bakteri Azoto Bacter
1100 liter urine sapi
Selang air
lem paralon

Cara Pembuatan 1:
1,4 liter bacteri Rumio Bacillus dan 1,4 liter bakteri Azoto Bacter dimasukkan dalam 1100 liter air urine ke bak fermentasi,
Kemudian diaduk sampai rata, selanjutnya ditutuprapat selama 1 minggu.
Setelah 1 minggu dipompa dengan menggunakan pompa air dan dilewatkan melalui talang air, dibuat seperti tangga selama 6 jam, tujuannya untuk penepisan atau menguapkan kandungan gas amonia, agar tidak berbahaya bagi tanaman yang akan di beri bio urine (Exotics Farm Indonesia 2010)
Kemas dalam jirigen ukuran 5 liter
Kemudian pupuk cair ini siap digunakan.

Cara Penggunaan :
Untuk perendaman biji : 1 liter pupuk urine + 10 liter air direndam selama 10 menit.
Untuk pupuk cair yang diaplikasikan lewat daun : 1 liter pupuk urine per tangki semprot.

cara yang kedua

BAHAN:
Urine sapi 20 liter
Gula merah 1 kg atau tetes tebu 1 liter
Segala jenis empon-empon(Lengkuas, kunyit, temu ireng, jahe, kencur, brotowali) masing-masing ½ kg
Air rendaman kedelai 1 gelas atau Urea 1 sendok makan
Lebih bagus jika dicampur dengan bakteri dekomposer (EM4, Simba, Mbio dll)
Air 4 liter
CARA PEMBUATAN:
Empon-empon ditumbuk dan direbus sampai mendidih
Setelah dingin campur dengan semua bahan yang lain
Ditutup rapat dalam jerigen dan didiamkan selama 3 minggu
Setiap hari sekali tutup dibuka untuk membuang gas yang dihasilkan
CARA PENGGUNAAN:
Gunakan urine tersebut dengan kadar 10% (1 urine:10 air)
Untuk seedtreatmen benih/biji direndam selama semalam
Untuk bibit perendaman selama maksimal 10 menit
Untuk pupuk cair yang diaplikasi lewat daun gunakan 1 liter urine per tangki


MANFAAT:
Zat perangsang pertumbuhan akar tanaman pada benih/bibit
Sebagai Pupuk daun organik
Dengan dicampur pestisida bisa membuka daun yang keriting akibat serangan thrip



Selasa, 30 Oktober 2012

CARA MUDAH FERMENTASI URINE SAPI UNTUK PUPUK ORGANIK CAIR

Dalam dunia pertanian ternyata urine sapi (air kencing sapi) sangat bermanfaat sekali bagi petani karena urine sapi ini dapat digunakan sebagai pupuk cair. Sebelum digunakan sebagai pupuk pertanian urine sapi ini sebaiknya di fermentasi terlebih dahulu.Salah satu cara memfermentasi urine sapi salah tersebut adalah:
BAHAN:
Urine sapi 20 liter
Gula merah 1 kg atau tetes tebu 1 liter
Segala jenis empon-empon(Lengkuas, kunyit, temu ireng, jahe, kencur, brotowali) masing-masing ½ kg
Air rendaman kedelai 1 gelas atau Urea 1 sendok makan
Lebih bagus jika dicampur dengan bakteri dekomposer (EM4, Simba, Mbio dll)
Air 4 liter
CARA PEMBUATAN:
Empon-empon ditumbuk dan direbus sampai mendidih
Setelah dingin campur dengan semua bahan yang lain
Ditutup rapat dalam jerigen dan didiamkan selama 3 minggu
Setiap hari sekali tutup dibuka untuk membuang gas yang dihasilkan
CARA PENGGUNAAN:
Gunakan urine tersebut dengan kadar 10% (1 urine:10 air)
Untuk seedtreatmen benih/biji direndam selama semalam
Untuk bibit perendaman selama maksimal 10 menit
Untuk pupuk cair yang diaplikasi lewat daun gunakan 1 liter urine per tangki
MANFAAT:
Zat perangsang pertumbuhan akar tanaman pada benih/bibit
Sebagai Pupuk daun organik
Dengan dicampur pestisida bisa membuka daun yang keriting akibat serangan thrip

Salam Pertanian!!

Kisah Sapi Bani Israil

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تَذْبَحُوا بَقَرَةً قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْجَهِلِينَ {67} قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَاهِيَ قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لاَّ فَارِضُُ وَلاَ بِكْرٌ عَوَانٌ بَيْنَ ذَلِكَ فَافْعَلُوا مَاتُؤْمَرُونَ {68} قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَالَوْنُهَا قّالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَآءُ فَاقِعُُ لَوْنُهَا تَسُرُّ النَّاظِرِينَ {69} قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَاهِيَ إِنَّ الْبَقَرَ تَشَابَهَ عَلَيْنَا وَإِنَّا إِن شَآءَ اللَّهُ لَمُهْتَدُونَ {70} قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لاَّ ذَلُولُُتُثِيرُ اْلأَرْضَ وَلاَ تَسْقِي الْحَرْثَ مُسَلَّمَةٌ لاَّ شِيَةَ فِيهَا قَالُوا الْئَانَ جِئْتَ بِالْحَقِّ فَذَبَحُوهَا وَمَاكَادُوا يَفْعَلُونَ {71} وَإِذْقَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادَّارَأْتُمْ فِيهَا وَاللَّهُ مُخْرِجٌ مَّاكُنتُمْ تَكْتُمُونَ {72} فَقُلْنَا اضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا كَذَلِكَ يُحْىِ اللَّهُ الْمَوْتَى وَيُرِيكُمْ ءَايَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ {73}

”Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya:”Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina”. Mereka berkata:”Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?”. Musa menjawab:”Aku berlindung kepada Allah sekiranya menjadi seorang dari orang-orang yang jahil”. Mereka menjawab:”Mohonkanlah kepada Rabb-mu untuk kami, agar dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu?”. Musa menjawab:”sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu”. Mereka berkata:”Mohonkanlah kepada Rabb-mu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya”. Musa menjawab:”Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya”. Mereka berkata:”Mohonkanlah kepada Rabb-mu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk”.Musa berkata:”Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya”. Mereka berkata:”Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya”. Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu. Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh-menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan. Lalu Kami berfirman:”Pukullah mayat itu dengan sebagian anggota sapi betina itu!”. Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti.”(QS. Al-Baqarah: 67-73)

Beberapa ulama Salaf mengatakan:”Di kalangan Bani Israil terdapat seorang laki-laki mandul, sedang dia mempunyai harta kekayaan melimpah, dan dia mempunyai beberapa orang keponakan. Semua keponakannya itu sangat mengharapkan kematiannya, agar mereka dapat mewarisi hartanya tersebut. Kemudian, di antara mereka ada yang beranjak untuk membunuh orang tersebut pada malam hari dan kemudian melempar mayatnya di persimpangan jalan. Ada juga yang mengatakan, mayatnya diletakkan di depan pintu salah satu dari mereka (Bani Israil). Keesokan harinya, orang-orang bangun dan ramai memperbincangkan mayat orang tersebut. Kemudian ada salah seorang keponakannya datang dan langsung berteriak secara histeris seraya memukul-mukul dirinya sendiri. Mereka berkata:’Mengapa kalian saling bertengkar dan tidak mendatangi Nabi Allah?’ Kemudian keponakannya datang dan mengadukan masalah pamannya itu kepada Rasul Allah, Musa ‘alaihissalam. Musa pun berkata:’Mudah-mudahan Allah membahagiakan orang yang memiliki pengetahuan tentang orang yang terbunuh ini hingga dapat memberitahukannya kepada kita, tetapi tidak ada seorang pun dari mereka yang memiliki pengetahuan tentangnya.’ Kemudian mereka meminta Musa ‘alaihissalam agar dia mau menanyakan hal tersebut kepada Rabbnya yang Mahaperkasa dan Mahamulia. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitahukan Musa ‘alaihissalam agar memerintahkan mereka menyembelih seekor sapi. Musa ‘alaihissalam berkata:

….إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تَذْبَحُوا بَقَرَةً قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا …{67}

”…Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina”. Mereka berkata:”Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan…?.”(QS. Al-Baqarah: 67)

Yang mereka maksudkan adalah, kami bertanya kepadamu tentang orang yang terbunuh ini, tetapi kamu malah mengatakan seperti itu kepada kami?
… قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْجَهِلِينَ {67}

”… Musa menjawab:’Aku berlindung kepada Allah sekiranya menjadi seorang dari orang-orang yang jahil.’”(QS. Al-Baqarah: 67)

Artinya, aku berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari mengucapkan sesuatu dari-Nya melainkan apa yang telah diwahyukan-Nya kepadaku. Dan inilah jawaban yang Dia berikan ketika aku tanyakan hal itu kepada-Nya.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, ‘Ubaidah, Mujahid, ‘Ikrimah, rahimahumullah dan beberapa ulama lainnya mengatakan:”Seandainya mereka langsung mencari sapi betina bagaimanapun wujudnya dan segera menyembelihnya, niscaya telah tercapai tujuan yang dimaksud, tetapi mereka mempersulit diri mereka sendiri.’ Penafsiran mengenai hal itu telah kami sampaikan di dalam at-Tafsir (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim atau yang dikenal dengan Tafsir Ibnu Katsir)

Maksudnya, mereka diperintahkan menyembelih sapi yang tidak tua dan tidak muda, dan yang belum dikawini oleh sapi jantan. Demikian yang dikemukakan oleh sekelompok ulama. Namun, mereka mempersulit diri mereka dengan menanyakan warnanya, sehingga mereka diperintahkan untuk menyembelih sapi berwarna kuning tua, yang menyenangkan mata orang-orang yang melihatnya. Dan warna ini sangat bagus, selain itu mereka juga mempersulit diri dengan ucapan mereka:

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَاهِيَ إِنَّ الْبَقَرَ تَشَابَهَ عَلَيْنَا وَإِنَّا إِن شَآءَ اللَّهُ لَمُهْتَدُونَ {70}

”Mereka berkata:”Mohonkanlah kepada Rabb-mu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk.”(QS. Al-Baqarah: 70)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:



قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لاَّ ذَلُولُُ تُثِيرُ اْلأَرْضَ وَلاَ تَسْقِي الْحَرْثَ مُسَلَّمَةٌ … {71}

”Musa berkata:’Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, …”(QS. Al-Baqarah: 71)

Beberapa kriteria terakhir ini lebih sulit daripada criteria yang sebelumnya, di mana mereka diperintahkan untuk menyembelih sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak sawah dan mengairi tanaman, juga tidak cacat. Demikianlah yang dikemukakan Qatadah. (Diriwayatkan oleh Imam ath-Thabari 1258-1259, dan Ibnu Abi Hatim 738 dengan sanda shahih)

Dan firman-Nya:

… لاَّ شِيَةَ فِيهَا .…{71}

”…Tidak ada belangnya…”(QS. Al-Baqarah: 71)

Artinya, tidak ada warna lain pada tubuh sapi tersebut. Bahkan tidak boleh ada cacat sedikitpun, maupun campuran warna lain selain warna yang ditentukan. Setelah diberikan batasan criteria sapi tersebut, maka:

…قَالُوا الْئَانَ جِئْتَ بِالْحَقِّ … {71}

”…Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya….”(QS. Al-Baqarah: 71)

Kemudian Nabiyullah Musa ‘alaihissalam memerintahkan mereka untuk menyembelihnya:

… فَذَبَحُوهَا وَمَاكَادُوا يَفْعَلُونَ {71}

”…Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu..”(QS. Al-Baqarah: 71)

Maksudnya, mereka merasa ragu untuk melaksanakan perintah tersebut. Selanjutnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan mereka untuk memukul mayat orang itu dengan sebagian tubuh sapi tersebut. Setelah mereka memukul tubuh mayat, Allah Subhanahu wa Ta’ala menghidupkannya kembali, orang itu pun bangkit. Kemudian Nabi Musa ‘alaihissalam bertanya:’”Siapa yang membunuhmu?” Dia menjawab:”Keponakanku yang telah membunuhku.” Lalu, dia mati kembali.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

… كَذَلِكَ يُحْىِ اللَّهُ الْمَوْتَى وَيُرِيكُمْ ءَايَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ {73}

”… Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti.”(QS. Al-Baqarah: 73)

Maksudnya,sebagaimana yang telah kalian saksikan, yakni hidupnya orang yang sudah meninggal dunia atas perintah Allah, maka demikian pula Dia memerintahkan semua orang yang sudah meninggal dunia –jika menghendaki- maka Dia akan menghidupkan mereka semua dalam satu waktu, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

مَّاخَلْقُكُمْ وَلاَبَعْثُكُمْ إِلاَّ كَنَفْسٍ وَاحِدَةٍ إِنَّ اللهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ {28}

”Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja.Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Luqman: 28)

(Sumber: Kisah Shahih Para Nabi, Syaikh Salim al-Hilali hafizhahullah, edisi Indonesia. Pustaka Imam asy-Syafi’i hal 233-238 dengan sedikit perubahan. alsofwah.or.id)



Kata Kunci Terkait: sapi bani israil, cerita tentang sapi betina, cerita bani israil dan sapi, kisah, kisah sapi dalam surat al baqarah, انا ان شاءالله لمهتدون, scope, surat al baqarah tentang bani israil yang dibunuh, kisah sapi betina musa, kisah sapi betina dalam al qur'an.

Seba Serbi susu Sapi (seri Penanganan dan Pengolahan Susu)

Potensi peternakan di Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan. Mengingat ketersediaan lahan yang cukup luas, potensi alam sebagai ketersedian pakan bila dikelola dengan baik juga sangat mencukupi. Kondisi peternakan yang ada sekarang belumlah mencapai titik optimal, dikarenakan kurang cukupnya pengetahuan mengenai tehnik dan cara-cara beternak yang baik dan effisien, keterbatasan sarana dan prasarana dsb. Secara turun temurun masyarakat kita sudah mengenal cara beternak, namun alangkah lebih baik lagi apabila ketrampilan yang sudah ada dilengkapi dengan pengetahuan yang menyeluruh mengenai metode beternak yang benar sampai dengan pengolahan hasil akhirnya secara tepat. Sapi perah merupakan ternak yang sangat tepat untuk dikembangkan mengingat ternak tersebut dapat menghasilkan sekaligus dua produk utama yaitu susu sapi dan daging, serta paling efisien dalam mengonversi pakan menjadi produk pangan.Oleh karena itu pada bahasan materi kali ini kami mencoba mengulas materi penanganan dan pengolahan Susu sapi secara lebih mendalam.
Susu murni
Dikarena materi bahasan cukup luas, maka akan dibagi menjadi beberapa bagian. Bahasan kali ini kita akan membahas lebih jauh mengenai serba-serbi mendasar mengenai susu sapi. Susu murni adalah cairan yang berasal dari ambing (sapi) sehat yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar tanpa mengurangi atau menambah sesuatu komponen atau bahan lain (SK Dirjen Peternakan No. 17 tahun 1983)
Susu yang diperdagangkan harus memenuhi syarat HAUS (Halal, Aman, Utuh dan Sehat). Syarat HAUS Susu segar ini diterjemahkan sesuai persyaratan kualitas susu dalam SNI tahun 1998, yang antara lain mensyaratkan kandungan mikroba dalam susu (TPC) sebesar 1 juta/ml. Hasil Survey Dinas Peternakan Prop. Jabar (2001) menunjukan bahwa kandungan mikroba susu di tingkat peternak 65 % diatas 3 juta/ml dan hanya 35 % di tingkat KUD yang kandungannya dibawah 3 juta/ml .
Mikroba atau jasad renik adalah jasad hidup yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Hal ini disebabkan karena ukuran dari mikroba sangat kecil berkisar antara 0,01 micron sampai 100 micron, sehingga untuk bisa melihatnya diperlukan bantuan alat mikroskop (mikroskop biasa atau mikroskop electron). Atas dasar definisi diatas maka kita mengenal beberapa macam mikroba yaitu , Virus; Bakteri; Ragi/ Yeast; Jamur/Kapang dan protozoa Virus hanya bisa tumbuh didalam cel tubuh jasad yang hidup dan bersifat parasit. Dapat menyebabkan penyakit pada tanaman, binatang maupun pada manusia (misalnya flu, SARS, dll). Virus tidak dapat hidup dalam bahan makanan yang tidak mengandung jasad hidup. Dan mudah dimusnahkan dengan perlakuan panas, sehingga sebagai penyebab kerusakan bahan makanan Virus dianggap tidak berbahaya. Hal yang sama berlaku untuk Protozoa. Dengan demikian dalam proses pengolahan/pengawetan makanan ada 3 (tiga) macam mikroba yang perlu diperhatikan yaitu Bakteri, Yeast dan Jamur, yang semuanya merupakan jasad renik yang dapat hidup dalam makanan dan dapat meyebabkan kerusakan bahan makanan tersebut.
Mengingat Susu merupakan bahan makanan berkadar asam rendah (pH sekitar 6,6), maka didalam proses penanganan pasca panen dan pasteurisasi susu peranan bakteri sebagai penyebab kerusakan susu harus mendapat perhatian utama. Mikroba lain seperti Jamur dan Yeast sangat mudah dimusnahkan dengan perlakuan panas pada suhu yang relatif rendah. Oleh karena peranan bakteri sangat signifikan dalam kerusakan bahan makanan (susu) maka perlu ditinjau sedikit lebih dalam mengenai jasad renik yang bernama Bakteri ini.

Bakteri dalam Susu
Pada dasarnya dikenal 3 macam type bakteri, yaitu ; Bakteri Pathogen ; Bakteri Pembentuk Spora dan Bakteri Vegetative :

1. Bakteri Pathogen adalah jenis-jenis bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau dapat meghasilkan racun (toksin) yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Contoh dari bakteri pathogen a.l : Bakteri TBC; Coli, dll.


2. Bakteri Pembentuk Spora, sangat perlu diperhatikan bila akan memproduksi bahan makanan steril dan berasal dari bahan makanan berkeasaman rendah. Satu bakteri dalam lingkungan yang kritis akan melindungi diri dengan jalan membentuk spora. Dan bila kemudian keadaan lingkungan memungkinkan pertumbuhan lagi maka satu spora tersebut akan berkecambah dan membentuk satu bakteri lagi.

3. Bakteri Vegetative merupakan semua bentuk bakteri yang dalam keadaan hidup, tumbuh dan berkembang.
Seperti kita ketahui bakteri berkembang biak dengan jalan membelah diri, yaitu dari 1 sel bakteri menjadi 2 dan dari 2 menjadi 4 sel, demikian seterusnya. Disini dikenal adanya istilah/definisi waktu pertumbuhan, yaitu jarak waktu yang dipakai untuk melakukan pembelahan diri. Misalnya dari 1 sel mejadi 2 sel. Waktu pertumbuhan bakteri sangat tergantung dari keadaan lingkungan dimana bakteri tersebut berada. Sebagai contoh bakteri E. Coli waktu pertumbuhannya hanya 10 – 12 menit pada lingkungan yang optimal.
Adapun faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh dalam pertumbuhan bakteri adalah :
Temperatur/Suhu
Komposisi bahan makanan
Kelembaban
Oksigen.
Produk susu
Produk susu itu sendiri terbagi atas :
1. Evaporated Milk
2. Pasteurized Milk
3. UHT
4. Krim Susu, dapat diolah lebih lanjut menjadi :
a. Butter Milk
b. Mentega
Hasil olahan lain adalah :
a. Cream product (single cream, double cream, whipping cream dsb)
b. Milk Fat, dapat diolah lebih lanjut menjadi Susu Kental Manis
5. Skim Milk, diolah lebih lanjut menjadi Susu Bubuk (Skim)
6. Susu Bubuk (whole)
Selain dikonsumsi langsung, dapat diolah lebih lanjut menjadi :
a. Ice Cream Milk Powder
b. Fermented Mlk (Yogurt / Keffir)
7. Ice Cream
8. Tahu Susu, Kerupuk Susu
9. Keju
10. Whey , diolah lebih lanjut menjadi :
a. Whey protein concentrate
b. Laktosa
c. Whey Concentrate
Produk olahan susu segar pada point 1 sampai dengan 9 dapat dinikmati langsung oleh konsumen (rumah tangga) ataupun industri makanan, sedangkan produk berupa Whey banyak digunakan untuk industri makanan, industri farmasi ataupun industri makanan ternak. Cukup banyak bukan ragam olahan dari bahan baku susu segar, tidak diragukan lagi bahwa usaha peternakan sapi sebagai penghasil susu segar merupakan peluang usaha dengan potensi yang sangat bagus untuk dikembangkan lebih lanjut.

4 Bakteri Patogen pada Susu yang Tidak Didinginkan

Susu merupakan minuman yang kaya gizi. Susu mengandung kalsium dan vitamin D yang sangat penting bagi kesehatan tulang dan gigi.
Namun, susu yang tidak didinginkan selama lebih dari 10 menit dapat membahayakan kesehatan Anda.
Sebelum minum susu, Anda perlu menyadari, terdapat bakteri berbahaya yang dapat berkembang dalam susu diantaranya:
1. Salmonella
Salmonella merupakan bakteri yang terdapat pada makanan dan dapat pula berkembang dalam susu.Salmonela mampu berkembang cepat dalam waktu kurang dari 48 jam dan mampu memicu muntah, kram perut, sakit kepala, mual, diare, dan demam.Susu yang terdapat bakteri Salmonella yang dicampur dengan makanan lain menyebabkan makanan tersebut terkontaminasi juga.
2. Bakteri Shigella
Bakteri Shigella mulai berkembang dalam susu yang berada pada suhu kamar.Seperti Salmonella, bakteri Shigella dapat memicu muntah, sakit perut, diare dan demam, keluar darah, serta membuat air seni dan tinja berlendir.Gejala dapat hilang dalam waktu 6 hari. Bakteri Shigella juga mampu menyebar saat kita tidak menjaga kebersihan setelah dari kamar mandi, seperti tidak mencuci tangan setelah buang air.
3. Staphylococcus aureus
Staphylococcus aureus terutama berkembang biak ketika susu mencapai suhu ruang.Individu yang mengkonsumsi susu yang terkontaminasi bakteri ini akan menunjukan gelaja setelah 6 jam.Gejala-gejala yang timbul termasuk mual, muntah dan kram perut. Gejala biasanya mereda dalam waktu tiga hari, tetapi dapat bertahan lebih lama jika terjadi dehidrasi.
4. Listeria monocytogenes
Listeria monocytogenes dapat menyebabkan gejala seperti demam, nyeri otot, dan diare.Dalam kasus yang lebih parah, bakteri ini bisa memicu infeksi yang menyebar ke sistem saraf.Individu yang mengkonsumsi susu yang terkontaminasi Listeria monocytogenes dapat mengalami kejang-kejang, kehilangan keseimbangan, dan kebingungan.

Tips Aman Susu: Apa Penyebab Susu Menjadi Basi?
Meskipun susu steril saat masih berada dalam tubuh sapi, namun kontaminan yang terdapat dalam puting susu, alat perah, dan tempat penyimpanan berpotensi mencemari susu dengan berbagai mikroorganisme.Sebagian besar bakteri akan mati saat susu dipasteurisasi, tetapi beberapa diantaranya tetap bertahan hidup dan bereproduksi, bahkan ketika susu sudah sampai pada tahap pendinginan.Mikroorganisme dalam susu memecah karbohidrat, protein, dan lemak sehingga memicu pembusukan (susu basi).Tergantung dari jenis organismenya, susu dapat menjadi asam, mengental, berlendir, berwarna merah atau abu-abu, serta berjamur.
Pembusukan oleh Mikroorganisme
Mikroorganisme sebenarnya hampir selalu terdapat pada susu yang telah disterilkan sekalipun.Dalam konsentrasi kecil, mikroorganisme tersebut tidak berbahaya. Namun, saat berkembang biak tak terkendali, mereka mulai mengubah komposisi susu.Mikroorganisme yang umum ditemukan dalam susu termasuk bakteri asam laktat, atau Lactobacillus, yang memicu fermentasi; bakteri coliform dan Micrococcus yang menyebabkan penggumpalan; Clostridium dan bakteri Serratia yang menyebabkan basi, dan Penicilium serta Geotrichum yang menyebabkan susu berjamur.
Tanda Susu Basi
Susu basi memiliki bau menyengat dan rasa asam. Tanda lain, susu menjadi menggumpal yang disebut dadih, berubah warna atau konsistensi, serta ditumbuhi jamur.Susu basi tidak sama dengan susu yang sengaja diasamkan walaupun sama-sama bersifat asam dan membentuk dadih.Susu asam mengandung bakteri bermanfaat, sedang bakteri jahat telah mati dalam proses pasteurisasi.Ketika susu biasa (tidak sengaja diasamkan) yang dipasteurisasi menjadi asam dan menggumpal atau menjadi dadih, susu tidak layak lagi dikonsumsi karena mengandung bakteri berbahaya.
Mencegah Keracunan Susu
Jangan minum susu yang berbau atau berasa asam. Hindari susu yang telah menggumpal, atau berwarna merah atau abu-abu. Amati pula tanggal kadaluarsa. Jangan konsumsi susu yang telah lewat tanggal kadaluarsa.Susu biasanya dijual dalam pendingin dengan suhu sekitar 2-4 derajat Celcius. Semakin rendah suhu, semakin lambat penyebaran dan perkembangbiakan bakteri berbahaya.

SUSU SAPI

Memetik Manfaat Susu Sapi

SAPI perah merupakan ternak penghasil susu yang sangat dominan dibandingkan ternak perah lainnya. Sapi perah sangat efisien dalam mengubah makanan ternak berupa konsentrat dan hijauan menjadi susu yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Di negara-negara maju, sapi perah dipelihara dalam populasi yang tertinggi, karena merupakan salah satu sumber kekuatan ekonomi bangsa. Sapi perah menghasilkan susu dengan keseimbangan nutrisi sempurna yang tidak dapat digantikan bahan makanan lain.

Dalam SK Dirjen Peternakan No. 17 Tahun 1983, dijelaskan definisi susu adalah susu sapi yang meliputi susu segar, susu murni, susu pasteurisasi, dan susu sterilisasi. Susu segar adalah susu murni yang tidak mengalami proses pemanasan. Susu murni adalah cairan yang berasal dari ambing sapi sehat. Susu murni diperoleh dengan cara pemerahan yang benar, tanpa mengurangi atau menambah sesuatu komponen atau bahan lain.

Secara biologis, susu merupakan sekresi fisiologis kelenjar ambing sebagai makanan dan proteksi imunologis (immunological protection) bagi bayi mamalia.

Sejarah manusia mengonsumsi susu sapi telah dimulai sejak ribuan tahun sebelum masehi, ketika manusia mulai mendomestikasi ternak penghasil susu untuk dikonsumsi hasilnya. Daerah yang memiliki peradaban tinggi seperti Mesopotamia, Mesir, India, dan Yunani diduga sebagai daerah asal manusia pertama kali memelihara sapi perah.

Hal tersebut ditunjukkan dari berbagai bukti berupa sisa-sisa pahatan gambar sapi dan adanya kepercayaan masyarakat setempat yang menganggap sapi sebagai ternak suci. Pada saat itu pula susu telah diolah menjadi berbagai produk seperti mentega dan keju. Ketersediaan susu di zaman modern ini merupakan hasil perpaduan antara pengetahuan tentang susu yang telah berusia ribuan tahun dengan aplikasi teknologi dan ilmu pengetahuan modern.

Prof. Douglas Goff, seorang dairy scientist dari University of Guelph, Kanada menyatakan, komposisi susu terdiri atas air (water), lemak susu (milk fat), dan bahan kering tanpa lemak (solids nonfat). Kemudian, bahan kering tanpa lemak terbagi lagi menjadi protein, laktosa, mineral, asam (sitrat, format, asetat, laktat, oksalat), enzim (peroksidase, katalase, pospatase, lipase), gas (oksigen, nitrogen), dan vitamin (vit. A, vit. C, vit. D, tiamin, riboflavin). Persentase atau jumlah dari masing-masing komponen tersebut sangat bervariasi karena dipengaruhi berbagai faktor seperti faktor bangsa (breed) dari sapi.

Susu merupakan bahan pangan yang memiliki komponen spesifik seperti lemak susu, kasein (protein susu), dan laktosa (karbohidrat susu).

Lemak susu

Persentase lemak susu bervariasi antara 2,4% – 5,5%. Lemak susu terdiri atas trigliserida yang tersusun dari satu molekul gliserol dengan tiga molekul asam lemak (fatty acid) melalui ikatan-ikatan ester (ester bonds). Asam lemak susu berasal dari aktivitas mikrobiologi dalam rumen (lambung ruminansia) atau dari sintesis dalam sel sekretori. Asam lemak disusun rantai hidrokarbon dan golongan karboksil (carboxyl group). Salah satu contoh dari asam lemak susu adalah asam butirat (butyric acid) berbentuk asam lemak rantai pendek (short chain fatty acid) yang akan menyebabkan aroma tengik (rancid flavour) pada susu ketika asam butirat ini dipisahkan dari gliserol dengan enzim lipase.

Lemak susu dikeluarkan dari sel epitel ambing dalam bentuk butiran lemak (fat globule) yang diameternya bervariasi antara 0,1 – 15 mikron. Butiran lemak tersusun atas butiran trigliserida yang dikelilingi membran tipis yang dikenal dengan Fat Globule Membran (FGM) atau membran butiran lemak susu. Komponen utama dalam FGM adalah protein dan fosfolipid (phospholipid). FGM salah satunya berfungsi sebagai stabilisator butiran-butiran lemak susu dalam emulsi dengan kondisi encer (aqueous) dari susu, karena susu sapi mengandung air sekira 87%.

Lemak susu mengandung beberapa komponen bioaktif yang sanggup mencegah kanker (anticancer potential), termasuk asam linoleat konjugasi (conjugated linoleic acid), sphingomyelin, asam butirat, lipid eter (ether lipids), b-karoten, vitamin A, dan vitamin D. Meskipun susu mengandung asam lemak jenuh (saturated fatty acids) dan trans fatty acids yang dihubungkan dengan atherosklerosis dan penyakit jantung, namun susu juga mengandung asam oleat (oleic acid) yang memiliki korelasi negatif dengan penyakit tersebut. Lemak susu mengandung asam lemak esensial, asam linoleat (linoleic acid) dan linolenat (linolenic acid) yang memiliki bermacam-macam fungsi dalam metabolisme dan mengontrol berbagai proses fisiologis dan biokimia pada manusia (D. Mc Donagh dkk., 1999).

Protein susu

Protein dalam susu mencapai 3,25%. Struktur primer protein terdiri atas rantai polipeptida dari asam-asam amino yang disatukan ikatan-ikatan peptida (peptide linkages). Beberapa protein spesifik menyusun protein susu. Kasein merupakan komponen protein yang terbesar dalam susu dan sisanya berupa whey protein. Kadar kasein pada protein susu mencapai 80%. Kasein terdiri atas beberapa fraksi seperti alpha-casein, betha-casein, dan kappa-casein. Kasein merupakan salah satu komponen organik yang berlimpah dalam susu bersama dengan lemak dan laktosa.

Kasein penting dikonsumsi karena mengandung komposisi asam amino yang dibutuhkan tubuh. Dalam kondisi asam (pH rendah), kasein akan mengendap karena memiliki kelarutan (solubility) rendah pada kondisi asam. Susu adalah bahan makanan penting, karena mengandung kasein yang merupakan protein berkualitas juga mudah dicerna (digestible) saluran pencernaan.

Kasein asam (acid casein) sangat ideal digunakan untuk kepentingan medis, nutrisi, dan produk-produk farmasi. Selain sebagai makanan, acid casein digunakan pula dalam industri pelapisan kertas (paper coating), cat, pabrik tekstil, perekat, dan kosmetik.

Pemanasan, pemberian enzim proteolitik (rennin), dan pengasaman dapat memisahkan kasein dengan whey protein. Selain itu, sentrifugasi pada susu dapat pula digunakan untuk memisahkan kasein. Setelah kasein dikeluarkan, maka protein lain yang tersisa dalam susu disebut whey protein.

Whey protein merupakan protein butiran (globular). Betha-lactoglobulin, alpha-lactalbumin, Immunoglobulin (Ig), dan Bovine Serum Albumin (BSA) adalah contoh dari whey protein. Alpha-lactalbumin merupakan protein penting dalam sintesis laktosa dan keberadaannya juga merupakan pokok dalam sintesis susu.

Dalam whey protein terkandung pula beberapa enzim, hormon, antibodi, faktor pertumbuhan (growth factor), dan pembawa zat gizi (nutrient transporter). Sebagian besar whey protein kurang tercerna dalam usus. Ketika whey protein tidak tercerna secara lengkap dalam usus, maka beberapa protein utuh dapat menstimulasi reaksi kekebalan sistemik. Peristiwa ini dikenal dengan alergi protein susu (milk protein allergy).

Karbohidrat susu

Karbohirat merupakan zat organik yang terdiri atas karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat dapat dikelompokan berdasarkan jumlah molekul gula-gula sederhana (simple sugars) dalam karbohidrat tersebut. Monosakarida, disakarida, dan polisakarida merupakan beberapa kelompok karbohidrat. Laktosa adalah karbohidrat utama susu dengan proporsi 4,6% dari total susu. Laktosa tergolong dalam disakarida yang disusun dua monosakarida, yaitu glukosa dan galaktosa. Rasa manis laktosa tidak semanis disakarida lainnya, semacam sukrosa. Rasa manis laktosa hanya seperenam kali rasa manis sukrosa.

Laktosa dapat memengaruhi tekanan osmosa susu, titik beku, dan titik didih. Keberadaan laktosa dalam susu merupakan salah satu keunikan dari susu itu sendiri, karena laktosa tidak terdapat di alam kecuali sebagai produk dari kelenjar susu. Laktosa merupakan zat makanan yang menyediakan energi bagi tubuh. Namun, laktosa ini harus dipecah menjadi glukosa dan galaktosa oleh enzim bernama laktase agar dapat diserap usus.

Enzim laktase merupakan enzim usus yang digunakan untuk menyerap dan mencerna laktosa dalam susu. Enzim adalah suatu zat yang bekerja sebagai katalis untuk melakukan perubahan kimiawi, tanpa diikuti perubahan enzim itu sendiri. Jika kekurangan enzim laktase dalam tubuhnya, manusia akan mengalami gangguan pencernaan pada saat mengonsumsi susu. Laktosa yang tidak tercerna akan terakumulasi dalam usus besar dan akan memengaruhi keseimbangan osmotis di dalamnya, sehingga air dapat memasuki usus. Peristiwa tersebut lazim dinamakan intoleransi laktosa.

Pada saat bayi, manusia memproduksi sejumlah banyak enzim laktase untuk mencerna susu. Namun, enzim laktase ini biasanya berkurang pada saat dewasa yang pada akhirnya menyebabkan manusia tersebut tidak mampu mencerna laktosa. Kejadian ini biasanya terjadi pada seseorang yang tidak terbiasa mengonsumsi susu segar sebagai bagian dari menu makanan sehari-hari. Akibatnya pada saat dewasa tidak memiliki kekebalan terhadap laktosa, sehingga orang tersebut akan takut mengonsumsi susu segar. Hal tersebut dapat diatasi dengan cara mengubah susu menjadi produk lain seperti yoghurt. Pada yoghurt, laktosa dipecah menjadi lebih sederhana dengan bantuan bakteri. Intoleransi laktosa disebabkan pula pengaruh genetic

Mari Kita Kenali Alergi Susu Sapi

Apakah alergi susu sapi itu?

Susu yang biasa kita minum sebenarnya terdiri dari protein, karbohidrat atau gula, lemak, vitamin, mineral, dan air. Pada kasus alergi susu sapi, yang menyebabkan terjadinya reaksi alergi itu sendiri adalah kandungan protein dalam susu tersebut. Alergi susu sapi dapat juga terjadi pada bayi atau anak-anak yang mengonsumsi ASI maupun susu formula. Jika seorang ibu yang sedang menyusui ternyata juga mengonsumsi susu sapi, maka diduga hal itu akan mempengaruhi ASInya, sehingga bayi yang mengonsumsi ASI tersebut akan menunjukkan gejala alergi terhadap susu sapi. Alergi susu sapi memang merupakan alergi terhadap makanan yang? sering terjadi pada?bayi atau anak-anak.

Apa saja gejala-gejala alergi susu sapi?

Bayi yang alergi terhadap protein susu sapi biasanya mengalami gejala sebagai berikut:
eksim
kulit merah-merah
nyeri atau kejang perut
muntah
diare

Beberapa anak ada pula yang menderita reaksi alergi?sangat serius yang disebut dengan reaksi anaphylaxis. Reaksi itu biasanya terjadi mendadak beberapa menit setelah mengonsumsi susu. Gejala paling serius dari reaksi anaphylaxis adalah bengkak pada wajah, mulut, lidah, hingga kesulitan untuk bernafas. Rasa gatal, wajah yang memerah, dan muntah-muntah biasanya juga sering timbul sebagai tanda terjadinya reaksi anaphylaxis. Jika si anak mengalami gejala seperti itu, sebaiknya segera diberikan pertolongan medis agar tidak terjadi reaksi anaphylaxis yang lebih fatal. Anak yang mengalami reaksi anaphylaxis diduga jumlahnya masih sedikit.

Bagaimana cara pengobatan alergi?susu sapi?

1. Untuk bayi yang diberikan ASI

Jika si ibu menyusui atau memberikan ASI kepada bayi dan ternyata si buah hati?menderita alergi susu, pemberian ASI tidak perlu dihentikan. Gejala alergi pada bayi dapat dikurangi?dengan cara mengontrol makanan yang dikonsumsi oleh si ibu karena hal itu dapat berpengaruh pada ASI yang dikonsumsi oleh si bayi.

2. Untuk bayi yang diberikan susu formula

Jika bayi dinyatakan menderita alergi susu sapi dan selama ini selalu diberikan susu formula, dokter biasanya akan merekomendasikan untuk mengganti susu formulanya dengan susu?kedelai atau susu formula hidrolisat.

Kapan seorang bayi dapat mengonsumsi lagi makanan hariannya secara normal?

Selama bayi itu bertumbuh, kita dapat saja mulai memberikan susu sapi ke dalam makanannya, namun sebaiknya dikonsultasikan ke dokter terlebih dahulu. Dokter biasanya akan merekomendasikan si bayi untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung susu pada 12-18 bulan pertama. Dokter kemudian akan menguji pemberian susu sapi kepada si anak setiap 6 bulan untuk menetapkan apakah si anak masih alergi terhadap susu atau tidak. Sebelum dokter menyatakan bahwa si anak sudah aman terhadap alergi susu, sebaiknya kita jangan mencoba untuk memberikan makanan yang mengandung susu pada si bayi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Makanan seperti apa yang harus dihindari oleh anak yang menderita alergi susu sapi?

Beberapa jenis makanan yang harus dihindari oleh anak yang menderita alergi susu sapi, yaitu:

1. Berbagai jenis susu sapi atau makanan yang mengandung susu sapi (termasuk skim, dried, evaporated maupun condensed milk)

2. Lactaid, yaitu produk susu yang diproses secara khusus untuk mereka yang mengalami gangguan lactose intolerance. Lactaid diduga masih mengandung protein susu sapi, jadi sebaiknya jangan diberikan kepada anak-anak yang menderita alergi.

3. Mentega atau susu mentega.

4. Produk kedelai yang mengandung susu sapi.

5. Produk-produk makanan yang mengandung kasein, kaseinat, sodium atau kalsium kaseinat, lactalbumin, dan whey

pembuatan EM-4 (Effective Micro-Organism 4)



Cara bikin Effective Micro-organisms 4 (EM-4)

Sediakan ember yang mempunyai tutup. Campurkan 5 liter air pencuci beras + 5 liter air kelapa ( cari di tukang jual kelapa di pasar )= cincangan sayur, klu bisa dtambah kulit jeruk + 1 butur ragi + 1 kg gula jawa yang sudah dicairkan. Aduh jadi satu dalam ember, tutup dan buka serta kacau . Perlakuan buka, aduk dan tutup kembali ini dilakukan 4 x selang waktu 4 haru=i, pas di hari ke 17 em-4 dah jadi. Sayuran bisa jadi kompos. Ok

Dengan cara memperbanyak dari benih bakteri yang ada:

Cara Pembiakan Bakteri
Untuk menghemat biaya, bibit bakteri EM4 yang dibeli di toko atau koperasi Saprotan dapat dikembangbiakkan sendiri, sehingga kebutuhan pupuk organik untuk luas lahan yang ada dapat dipenuhi. Adapun prosedur pembiakan bakteri EM4 adalah sebagai berikut:
Bahan dan Komposisi:
1 liter bakteri
3 kg bekatul (minimal)
¼ kg gula merah/gula pasir/tetes tebu (pilih salah satu)
¼ kg terasi
5 liter air
Alat dan Sarana:
Ember
Pengaduk
Panci pemasak air
Botol penyimpan
Saringan (dari kain atau kawat kasa)
Cara Pembiakan:
Panaskan 5 liter air sampai mendidih.
Masukkan terasi, bekatul dan tetes tebu/gula (jika memakai gula merah harus dihancurkan dulu), lalu aduk hingga rata.
Setelah campuran rata, dinginkan sampai betul-betul dingin! (karena kalau tidak betul-betul dingin, adonan justru dapat membunuh bakteri yang akan dibiakkan).
Masukkan bakteri dan aduk sampai rata. Kemudian ditutup rapat selama 2 hari.
Pada hari ketiga dan selanjutnya tutup jangan terlalu rapat dan diaduk setiap hari kurang lebih 10 menit.
Setelah 3-4 hari bakteri sudah dapat diambil dengan disaring, kemudian disimpan dalam botol yang terbuka atau ditutup jangan terlalu rapat (agar bakteri tetap mendapatkan oksigend dari udara).
Selanjutnya, botol-botol bakteri tersebut siap digunakan untuk membuat kompos, pupuk cair maupun pupuk hijau dengan komposisi campuran seperti yang akan diuraikan dibawah ini.
Catatan: Ampas hasil saringan dapat untuk membiakkan lagi dengan menyiapkan air kurang lebih 1 liter dan menambahkan air matang dingin dan gula saja.

APLIKASI EM-4 DI BIDANG PERTANIAN

Tanaman

Padi, Palawija, Sayuran, bunga dan tanaman setahun lainnya.

Dosis dan Perlakuan

Sebagai pupuk dasar, gunakan BOKASHI sebanyak 3-5 ton per Ha. Untuk penyemprotan gunakan EM-4 sebanyak 3-10 ml per liter air dilakukan setiap satu minggu sekali, disemprotkan secara merata ke tanah dan tubuh tanaman.
APLIKASI EM-4 DI BIDANG PETERNAKAN

Manfaat :
Mengurangi polusi bau khususnya pada kandang ternak dan lingkungan sekitarnya.
Mengurangi stres pada ternak
Menyehatkan ternak
Menyeimbangkan mikroorganisme di dalam perut ternak
Meningkatkan nafsu makan ternak
Menekan penyakit pada ternak
Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ternak

Cara Pemakaian :
Sebagai air minum ternak, Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air minum setiap hari.
Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air, kemudian disemprotkan ke dalam pakan ternak.

Untuk mencegah bau kotoran dan kandang ternak, larutkan EM-4 dan Molas ke dalam air dengan perbandingan 1:1:100 kemudian disimpan dalam tempat yang tertutup rapat selama 1-2 hari kemudian dipergunakan untuk menyemprot kandang dan pada badan ternak dengan dosis 10 cc larutan dalamn 1 liter air.

APLIKASI EM-4 DI BIDANG PERIKANAN

Manfaat :
Memperbaiki mutu air tambak.
Menguraikan bahan-bahan sisa makanan, kotoran udang / ikan menjadi senyawa organik yang bermanfaat.
Menekan serangan mikroorganisme patogen.
Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tambak.
Menekan hama dan penyakit

Cara Pemakaian :
Pada saat pengolahan dasar tambak diberikan Bokashi sebanyak 5 ton/ha, selanjutnya disiram larutan EM-4 sebanyak 4 liter/ha dan dibiarkan selama 2 minggu.
Pada saat masa pertumbuhan diberikan EM-4 sebanyak 16 liter per hektar.

Interval waktu pemberian EM-4 adalah 1 bulan sekali atau tergantung pada kondisi air tambak

Cara Sederhana Membuat Konsentrat Sapi

Pertama : Komposisi membuat konsentrat dan didapat bobot domba meningkat 9-12 kg dalam waktu tiga bulan.
Komposisi membuat konsentrat; dedak halus 70%, ongok 20%, jagung giling 8,1%, garam dapur 1,4% dan kalsium 0,5%.
Konsentrat itu diberikan sebagai makanan penguat pada ternak Sapi potong, perah maupun domba/kambing) di samping makanan pokok berupa rumput. Untuk domba berusia 5 bulan diberi 2 ons konsentrat per harinya. Sedangkan yang lebih tua jatahnya ditingkatkan menjadi 0,25 – 0,3 kg/hari. Pemberian konsentrat ini dilakukan sekali setiap hari pada pagi sebelum diberi rumput. Dengan cara ini bobot domba bisa mencapai rata-rata 100 gram/ekor/hari.
Namun resep di atas disadari masih kurang lengkap, untuk mendapatkan pertumbuhan berat badan yang baik, dalam komposisi konsentrat tersebut harus terkandung unsur protein. Untuk itu dikembangkan resep kedua yang komposisinya terdiri dari dedak halus 75%, jagung giling 8%, bungkil kedelai 3%, bungkil kelapa 10%, kalsium 2% dan garam dapur 2%. Resep ini, menurutnya, mampu meningkatkan bobot ternak sebesar duakali penggemukan resep pertama.
Seperti ia diuraikan, semua bahan itu harus dalam kondisi lembut agar mudah bercampur satu sama lain. Bahan itu kemudian dicampur dalam suatu wadah dan diaduk sampai merata. Bahan-bahan yang sudah bercampur merata inilah yang disebut konsentrat dan siap diberikan pada ternak. Konsentrat yang akan diberikan takarannya harus pas sehingga bisa habis dekali makan. Sebelum diberikan konsentrat tsb diberi air sedikit-sedikit sambil diaduk hingga diperoleh adonan yang pekat.
Selain pakan konsentrat, beberapa peternak lain mencoba membuat silase. Pembuatan silase melibatkan proses fermentasi bakteri anaerob. Sementara bahan bakunya adalah daun jagung yang dicampur dengan kulit nenas, ongok, dan kacang-kacangan.
Kedua : untuk konsentrat yang paling gampang adalah,pakai jerami dan tetes
tebu,perbandinganya tetes tebu 1 liter,jeraminya 1 truk double atau engkel.biarkan selama 21 hari,lalu berikan dengan cara,pagi hijauan,siang fermentasi jerami,sore hijauan,di tambah minuman campur bakatul 3 genggam. jangan lupa suntik vitamin 1 bulan sekali,dan obat cacing 3 bulam sekali,pertambahan berat badan sampai 0,7 kg sehari sampai 1 kg sehari. sudah saya buktikan,murah dan terjangkau hijauan dapat pakai kulit kacang kedelai atau rumput gajah,tiap pgi jangan lupa dimandikan walaupun hanya di lap pakai kain,supaya menjadi jinak. Kalau sore dihangatkan dengan perapian dari jerami atau daun kering sekalian pengusir lalat dan nyamuk.
Ketiga : tungkul jagung, bukil klp sawit, onggok, dedak padi, star bio, molase di giling hinga merata lalu di simpan tempat yg jauh dr sinar matahari,tp saya akui cukup lumanyan ko untuk lembu untuk penggemukan 4-6 bln bs kt buktikan pertumbuan nya.
Saya melihat untuk konsentrat yang diberikan ke ternak komposisi bahannya sama saja, yang membedakan banyak pemberiannya. Ini berkaitan dengan tujuan pemeliharaan ternak untuk apa, misal penggemukan, pembibitan maupun perah.
Cara Membuat Formulasi Pakan Ternak Sapi Perah

Dalam memformulasikan penyusunan ransum atau pakan, perlu menggunakan Tabel Patokan Kebutuhan Nutrisi. Sebagai contoh kebutuhan nutrisi dalam penyusunan ransum bagi sapi perah adalah sebagai berikut :
Sapi perah betina muda berat 350 kg, satu setengah bulan menjelang beranak(melahirkan pada umur 36 bulan), membutuhkan pakan dengan kandungan nutrisi sebagai berikut:
1.Kebutuhan hidup pokok dan reproduksi : Bahan Kering=6,4 Kg,
2.ME=13 Mcal,
3.Protein=570 gram,
4.mineral=37 kg.
Laktasi I: Bahan Kering=1,0 Kg, ME=2,02 Mcal, Protein=93,6 gram, Mineral=5 kg.
Sehingga jumlah Bahan Kering=7,4 kg, ME=15,02 kg, Protein=663,6 gram, Mineral=42 gram.
Dari kebutuhan nutrisi tersebut, kebutuhan pakannya dapat diformulasikan dengan suatu metode. Misalnya bahan-bahan pakan yang tersedia adalah:
1.Rumput gajah : Bahan Kering=16%, ME=0,33 Mcal, Protein=1,8 gram%BK, Mineral=2,5 gram%BK
2.Rumput Kedele : Bahan Kering=93,5%, ME=3,44 Mcal, Protein=44,9 gram%BK, Mineral=6,3 gram%BK
3.Bungkil kelapa : Bahan Kering=86%, ME=2,86 Mcal, Protein=18,6 gram%BK, Mineral=5,5 gram%BK
4.Rumput gajah akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan kering sebanyak 80%= 80/100X7,4 kg = 5,92 kg BK. Maka kandungan protein yang sudah dapat dipenuhi rumput adalah: sebanyak = 1,8/100 X 5,92 kg = 106,56 gram protein.
Kekurangan :
1.Bahan kering = 7,4 – 5,92 kg = 1,48 kg
2.Protein = (663,6 – 106,56) gram = 557,04 kg atau 557,04/1480 X 100% = 37,64%.
3.Bungkil kedelai memenuhi kekurangan tersebut sejumlah: 19,04/26,3 X 1,48 kg = 1,07 kg BK.
4.Bungkil kelapa memenuhi kekurangan tersebut sejumlah: 7,26/26,3 X 1,48 kg = 0,41 kg BK.
Jadi, jumlah bahan pakan segar yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan ternak dengan kondisi tersebut di atas adalah:
1.Rumput gajah = 5,92 X 100/16 kg = 37 kg
2.Bungkil kedelai = 1,07 X 100/93,5 kg = 1,14 kg
3.Bungkil kelapa = 0,41 X 100/86 kg = 0,48 kg.